Diklat Kapal Pesiar PRAKTISI

10 Tips Memilih Diklat Kapal Pesiar dan Perhotelan

Apa sih arti Diklat itu?

Dewasa ini banyak bermunculan lembaga Diklat Kapal Pesiar dan Perhotelan. Sebelum berbicara lebih lanjut sebaiknya kita mengerti arti Diklat, yaitu suatu rangkaian kegiatan yang mengutamakan pengetahuan, keterampilan dan peningkatan sikap seseorang dalam melaksanakan tugasnya dalam usaha pencapaian tujuan organisasi yang efektif dan efisien. Dewasa ini, banyak sekali bermunculan lembaga pendidikan atau kursus dibidang akademis, bisnis maupun karir. Di kota besar, Anda bisa dengan mudahnya menemukan lembaga pendidikan atau kursus dibidang perhotelan kapal pesiar. Hal ini yang membuat bingung para peserta diklat untuk menjatuhkan pilihan yang dianggap paling tepat. Karena setiap lembaga kursus menawarkan fasilitas, fitur belajar dan kualitas materi yang sangat beragam .

Untuk itu sebagai seorang calon peserta diklat janganlah ragu dan sungkan untuk menanyakan hal-hal penting diawal sebelum akhirnya anda hanya sia-sia mengeluarkan biaya. Anda harus berpikir kritis untuk mendapatkan lembaga pendidikan atau kursus yang betul-betul ideal agar dapat membantu Anda menggapai cita-cita.

10 hal penting di Kapal Pesiar dan Perhotelan

Setelah beberapa tahun menggeluti bidang Pelatihan Kapal Pesiar dan Perhotelan, kami bertemu dengan ratusan peserta Diklat dari seluruh pelosok tanah air, lalu kami menyimpulkan ada 10 hal yang tidak boleh Anda lewati untuk ditanyakan ke front officer/receptionist lembaga pendidikan atau kursus tersebut untuk pencapaian terbaik.

Baca Juga :  Cuma Kursus 3 bulan langsung kerja gaji 100 juta setelah 10 bulan

1. Mempunyai izin operasional dari Dinas Pendidikan

Lembaga pendidikan atau kursus yang tidak mempunyai izin operasional dari Dinas Pendidikan adalah tempat yang illegal. Oleh karena itu jangan ragu untuk menanyakan hal ini. Biasanya, tempat-tempat kursus yang sudah mendapat izin operasional, akan memajang sertifikat izin operasionalnya di front office.

2. Mempunyai Kurikulum dan buku panduan sesuai standar

Lembaga pendidikan atau kursus yang tidak mempunyai kurikulum berarti tidak mempunyai target pencapaian belajar. Sehingga materi yang diajarkan hanya asal-asalan saja. Lembaga yang tidak menyediakan kurikulum sendiri biasanya tidak terlalu memikirkan kualitas pengajaran. Sehingga kegiatan belajar yang berlangsung biasanya tidak terstruktur, evaluasi siswa, target pencapaian dan lain-lain tidak terlalu menjadi prioritas. Yang terpenting siswa bisa belajar. Untuk itu jangan ragu untuk menanyakan tentang kurikulum yang ada di lembaga pendidikan atau kursus tersebut.

3. Memiliki para pengajar professional

Silahkan mengajukan pertanyaan tentang pengajarnya dari mana saja dan apakah mempunyai sertifikasi. Pengajar adalah orang yang akan selalu kita jumpai selama aktif kursus, bagian terpenting dalam aktifitas belajar. Pengajar yang ideal adalah pengajar yang mempunyai sertifikat dibidangnya atau semacamnya dengan standar nilai yang baik. Mungkin juga hal itu tidak terlalu penting jika pengajar bukan berasal dari bidangnya tetapi selama sang pengajar memang terlatih, bersertifikat, dan dapat menjalankan standar pengajaran.

4. Mempunyai NPSN

Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yaitu kode pengenal sekolah Indonesia yang bersifat unik dan membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Tetapi NPSN ini juga tidak mutlak dimiliki oleh pengajar, selama pengajar tersebut mempunyai jam terbang yang tinggi dalam mengajar dan terlatih, tersertifikat sudah dapat menjalankan standar pengajaran.

Baca Juga :  Pendidikan Dan Pelatihan (DIKLAT) Kapal Pesiar Dan Perhotelan

5. Menyediakan program belajar yang Anda inginkan

Setidaknya ada 2 model belajar yang umumnya disediakan lembaga kursus, yaitu reguler dan privat. Reguler adalah program kursus yang berlangsung di kelas dengan jumlah peserta lebih dari 5 orang. Sedangkan privat adalah program kursus dengan 1 guru 1 murid, aktifitas belajar privat biasanya lebih fleksibel, bisa berlangsung di lembaga atau bisa juga di tempat kursus. Semakin berkembangnya jaman, kini beberapa lembaga menawarkan model belajar lain, yaitu online class. Tidak perlu bingung mengambil program yang mana, Anda hanya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Justru yang terpenting adalah, lembaga menyediakan model belajar yang Anda inginkan atau tidak.

6. Speaking focus dan native speaker

Jika Anda ingin melatih kemampuan komunikasi, Anda juga perlu memastikan apakah lembaga menyediakan native speakers. Pilihlah lembaga pendidikan atau kursus yang mengutamakan pada kemampuan komunikasi.

7. Menyediakan fasilitas dan fitur belajar lengkap untuk mendukung dan memudahkan Anda dalam proses pembelajaran

Misal : ruangan ber-AC, LCD Proyektor, Ruang praktek untuk Kapal Pesiar dan Perhotelan dan lain sebagainya. Hal ini penting ditanyakan untuk proses belajar agar terasa nyaman dan mudah dimengerti.

8. Fasilitas Garansi

Fasilitas garansi adalah salah satu pertimbangan utama dalam memilih lembaga pendidikan atau kursus. Misalnya Diklat Kapal Pesiar dan Perhotelan, anda menginginkan setelah lulus mendapatkan pekerjaan. Namun setelah lulus anda belum mendapatkan pekerjaan maka perlu ditanyakan tentang fasilitas ini. Sehingga anda tidak sia-sia dalam mengikuti program pelatihan kerja perhotelan. Pihak lembaga pendidikan atau kursus tersebut akan menggaransi untuk mencarikan bidang pekerjaan sesuai program yang diminati anda.

9. Portofolio dan bukti kesuksesan

Untuk bukti kelulusan lembaga ini anda bisa mengetahui atau mengeceknya di buku alumni lulusan lembaga tersebut. Apabila sudah banyak alumni kelulusannya pertanda lembaga tersebut layak diikuti. Sebaliknya bila para alumnusnya cuma sedikit dan memberi kesan kurang bagus pada lembaga, sebaiknya anda tinggalkan dan segera mencari lembaga pendidikan yang lain.

Baca Juga :  Materi Housekeeping Department (Bagian 1)

10. Biaya selama mengikuti pelatihan/kursus

Anda memastikan bahwa lembaga atau tempat kursus yang anda ikuti memenuhi 9 syarat diatas, barulah Anda melakukan perbandingan harga, harga terbaik, itulah pemenangnya.